Kondisi Demografis

Mengenai data jumlah penduduk Kabupaten Tegal selalu dinamis, dikarenakan banyak penduduk Kab.Tegal yang merantau (di Jakarta seperti usaha warteg, pandai besi dll) akan tetapi mereka masih memiliki domisili di Kab.Tegal. Hal ini dapat kita lihat dari rekaman data penduduk Kab.Tegal, tercatat sebelum sensus penduduk yaitu pada tahun 2008 dan 2009 yaitu 1.415.625 jiwa dan 1.420.760 jiwa, dan berdasarkan Sensus Penduduk pada tahun 2010 adalah sebanyak 1.392.260 orang (693.287 laki-laki dan 698.973 perempuan), sedangkan pada tahun 2011 naik menjadi 1.400.256 jiwa, dan pada tahun 2012 berdasarkan data proyeksi (sementara) jumlah penduduk Kab.tegal menjadi 1.587.664 jiwa. Angka Kepadatan penduduk dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Kepadatan penduduk tersebut berturut-turut dari tahun 2008-2012 adalah sebagai berikut : 1.610 orang/km²; 1.616 orang/km²; 1.584 orang/km² ; 1.593 orang/km² dan 1.806 orang/km². Sementara itu, laju pertumbuhan alamiah penduduk tahun 2009-2012 adalah 0,07%.

Di bidang ketenagakerjaan, jumlah Angkatan Kerja Kabupaten Tegal cenderung naik, tercatat pada tahun 2008 mencapai 688.245 orang, tahun 2009 dan 2010 pada kisaran 725.461 orang dan 739.944 orang sedangkan ditahun 2012 tercatat  1.008.845 orang (data sementara). Mayoritas penduduk Kabupaten Tegal masih bekerja di sektor pertanian dalam arti luas. Berdasarkan data yang ada pada tahun 2010 sebanyak 190.058 orang (31 %) yang menggeluti lapangan kerja di sektor pertanian. Jumlah penduduk yang memilih sektor pertanian sebagai lapangan kerjanya, sebenarnya selama 4 tahun terakhir cenderung mengalami penurunan seiring dengan semakin berkurangnya lahan pertanian yang beralih fungsi. Disinyalir mereka beralih profesi ke sektor perdagangan, industri dan sektor lainnya. Terbukti jumlah penduduk yang berprofesi di sektor perdagangan pada tahun 2010 sebanyak 151.444 orang (24,7 %). Sektor lainnya yang cukup diminati masyarakat adalah sektor industri pengolahan, dan sektor jasa kemasyarakatan yang masing-masing ditekuni oleh 83.395 orang (13,6 %) dan 74.938 orang (12,2 %).

Disadari bahwa bidang ketenagakerjaan di Kabupaten Tegal masih menyisakan berbagai persoalan, diantaranya masalah pengangguran. Jumlah pengangguran selama kurun waktu lima tahun terakhir mengalami naik turun, tercatat pada tahun 2008 terdapat 283.239 pengangguran, akan tetapi tahun 2009 jumlah pengangguran mengalami penurunan sebesar 187.682 orang sedangkan tahun 2010 mencapai 302.990 orang dan tahun 2011 adalah  187.686 orang selanjutnya pada tahun 2012 berdasarkan data sementara sebanyak 19.914 orang jumlah pengangguran. Sekalipun terdapat peningkatan jumlah angkatan kerja, Pemerintah Kabupaten Tegal tetap mendorong terbukanya lapangan kerja dan investasi yang selama ini belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Bahkan upaya penempatan TKI di luar negeri pun dilakukan. Pada tahun 2008 terdapat 660 orang TKI, yang berhasil ditempatkan di luar negeri mengalami penurunan menjadi 330 orang pada tahun 2009, akan tetapi pada tahun 2010 mengalami kenaikan sebanyak 461 orang, pada tahun 2011 mengalami kenaikan 490 orang dan pada tahun 2012 mencapai 472 orang. Hal penting lainnya terkait dengan Ketenagakerjaan adalah Upah Minimum Regional (UMR). Dari tahun ke tahun UMR di Kabupaten Tegal terus mengalami peningkatan rata-rata per tahun sebesar 9%. Pada tahun 2008 UMR sebesar Rp. 600.000,-. Peningkatan itu terjadi kembali pada tahun 2011 dan tahun 2012 menjadi sebesar Rp. 725.000,- dan Rp. 780.000,-.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan perkembangan yang positif dalam kurun waktu 3 tahun (2008-2011), tercatat pada tahun 2008 adalah 69,54 dan pada tahun 2009 terjadi peningkatan kembali hingga angka 70,08 dan IPM tahun 2010 adalah 70,59 serta tahun 2011 sebesar 71,09 dengan indikator penentu IPM yaitu angka melek huruf dari tahun 2008-2012 berturut-turut yaitu (89,09% ; 89,21% ; 89,26% ; 89,47% dan 95,68%). Keseriusan Pemerintah dalam meningkatkan pendidikan dasar dapat dilihat dari Angka Rata-rata Lama Sekolah dari tahun 2008-2012 menunjukkan tren yang positif, berturut-turut adalah (6,24 ; 6,42 ; 6,56 ; 6,60 ; dan 6,84 tahun). Sedangkan Angka Harapan Hidup juga menunjukkan tren positif tahun 2009 yaitu 68,49 tahun, di tahun 2010-2011 yaitu 68,79 tahun dan tahun 2012 naik menjadi 69,12 tahun. Sementara Indeks Daya Beli pada tahun 2008-2010 berturut-turut terdapat peningkatan yaitu : Rp. 634.240,- ; Rp. 637.090,- dan Rp 639.950,- (data 2011 dan 2012 belum ada).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>