Posted by & filed under Kerjasama, Uncategorized.

04

Teh Tegal (lebih dikenal dengan teh poci; juga teh Slawi) adalah teh khas Tegal, Indonesia. Teh ini aromanya khas dan rasanya agak sepet.

Hidangan minuman ini disajikan dengan gula batu dan lebih pas diminum selagi masih hangat agak panas.

Kebiasaaan minum teh poci atau moci telah menjadi tradisi bagi orang Tegal, ini disebabkan pertumbuhan pabrik-pabrik teh di Tegal pada tahun 1930-an yang menyebabkan timbulnya tradisi itu. Minum teh menjadi gencar sejak zaman kolonial hingga kini dan sudah menjadi budaya lokal.

Kabupaten Tegal memang mempunyai banyak perkebunan dan industri teh, baik yang skala besar maupun kecil antara lain PT. Gunung Slamat yang produknya antara lain Teh Cap Poci, Teh Cap Botol, Teh Cap Berko, Teh Cap Terompet, Teh Cap Sepatu, Teh Celup Sosro dan juga pemasok bahan baku untuk PT. Sinar Sosro dengan produknya Teh Botol Sosro, Fruit Tea, dan S-tee serta Tebs. Juga PT. Tunggul Naga yang memproduksi Teh Dua Tang dan Teh Tjatoet, Perusahaan Teh Cap Dua Burung yang memproduksi teh Tong Tji.

Untuk memenuhi permintaan pasokan industri teh di Tegal, sebagian bahan baku didatangkan dari Jawa Barat yang memang merupakan sentra produksi teh terbesar di Indonesia. Pasokan daun dari perkebunan teh Jawa Barat ini kemudian diolah pabrik-pabrik di Tegal menjadi beberapa jenis minuman teh. Selain teh wangi melati (jasmine tea), diproduksi juga jenis teh hijau dan teh hitam.

Teh Tegal atau sering juga disebut teh Slawi, menjadi istimewa bila diseduh air panas dalam poci gerabah, aromanya menjadi khas disebut Teh Poci disajikan dengan gula batu. Yang membuat rasanya menjadi seperti itu karena ketika teh diseduh air panas, gerabah yang berpori-pori itu bereaksi dengan teh dan menimbulkan aroma yang khas. Sebagian lagi menyukai teh jika disajikan dalam poci keramik atau porselen. Menurut mereka, dalam poci ini, uap teh panas tertahan di dinding keramik yang keras sehingga apapun jenis tehnya, aromanya tak akan rusak.

Gerabah ini sangat unik dalam penggunaannya. Jika ada membeli buah tangan berupa gerabah untuk digunakan di rumah, jangan langsung megisinya dengan air panas dan teh dan kemudian anda minum. Gerabah ini harus diisi dengan air panas dan teh sebagai rendaman selama 7 hari lamanya. Ganti air dan teh setiap hari. Hal ini dimaksudkan agar bau tanah liat asli yang terdapat pada gerabah dapat dihilangkan dengan aroma teh, sehingga beraroma segar ketika dipergunakan untuk diminum.